Strategi Bijak Bayar Pajak

Akuntansi pajak jadi strategi bijak bayar pajak. Ketika Indonesia mulai memperkenalkan pendekatan perpajakan modern self assessment system sekitar awal dekade 1980-an, cara penarikan pajak bagi wwarga negara pun berubah. Dengan sistem ini, wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung sendiri (self assess) jumlah pajak terutang, memperhitungkan pajak telah dibayar, melunasi kekurangan pajak, dan melaporkannya ke Dirjen Pajak.

Akuntansi perpajakan mulai menjadi bagian penting dari kegiatan pajak di Indonesia. Karena akuntansi pajak menjadi sangat dibutuhkan untuk dapat melaksanakan kewajiban pajak berdasarkan self assessment, di mana dalam sistem baru ini aparat pajak semakin dibatasi dalam menetapkan jumlah pajak, dan mendorong wajib pajak menghitung sendiri pajaknya dengan akuntansi pajak. Strategi bijak bayar pajak. Dengan akuntansi pajak, penghitungan pajak lebih menekankan asas keadilan, sehingga aparat pajak tidak lagi dominan dan wajib pajak dapat menentukan sendiri jumlah pajak terhitungnya sesuai dengan ketentuan dan asas kepastian hukum (Undang-Undang perpajakan).

Di sisi lain, akuntansi pajak, merupakan bagian dalam akuntansi yang timbul dari unsur spesialisasi yang menuntut keahlian dalam bidang tertentu. Akuntansi pajak tercipta karena adanya suatu prinsip dasar yang diatur dalam undang-undang  perpajakan dan pembentukannya terpengaruh oleh fungsi perpajakan dalam mengimplementasikan sebagai kebijakan pemerintah. Dari sisi perusahaan, akuntansi pajak punya peran dalam merencanakan strategi perpajakan bagi perusahaan.

Tentu saja ini adalah kerangka strategi yang positif, bukan untuk mencurangi. Selain itu, melalui akuntansi perpajakan perusahaan juga bisa menganalisis serta memprediksi potensi pajak yang akan ditanggung perusahaan di waktu mendatang. Melalui teknik pencatatan keuangan ini, perusahaan dapat juga mengimplementasikan perlakuan akuntansi atas peristiwa aktivitas perpajakan serta menyajikan di dalam laporan keuangan fiskal maupun laporan keuangan komersial, hingga mendokumentasikan dan mengarsipkan perpajakan untuk dijadikan bahan pemeriksaan/penilaian kembali dan evaluasi.

Secara garis besar, dengan menyusun akuntansi pajak perusahaan bisa memprediksikan berapa besar pajak yang wajib dibayarkan. Dengan demikian pengambil keputusan mampu mempersiapkannya lebih awal sehingga saat hari H atau saat pembayaran kesulitan dalam mencari dana untuk membayarkan pajak. Dengan kehadiran akuntansi pajak, diharapkan perusahaan mampu menerapkan praktik akuntansi yang baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan, pencatatan atau pengakuan atas pajak, dan dapat menyajikan di dalamnya laporan komersial maupun fiskal pada suatu perusahaan.

Penyusunan akuntansi pajak digunakan sebagai arsip atau dokumentasi yang bisa setiap saat dibuka dan dipelajari. Dengan tujuan membandingkan dengan tahun-tahun berikutnya, apabila ada kemajuan bisa dilanjutkan dan dipertahankan, apabila ada penurunan bisa segera diatasi dan dicarikan solusi yang tepat. Inilah bentuk evaluasi dari akuntansi pajak. Untuk kepentingan bersama, mempelajari bagaimana penerapan akuntansi perpajakan pada laporan keuangan sangat penting. Maka bergabunglah bersama Indonesia Infinity dalam Workshop Penerapan Akuntansi Perpajakan pada Laporan Keuangan di Bandung pada 17 Maret 2017. indonesiainfinity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *