Meredam Dampak Risiko Pajak

Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi pasti berhadapan dengan risiko. Risiko dalam berbagai wujud dan sumber menciptakan tantangan dan sekaligus ketidakpastian. Kesadaran untuk meredam dampak risiko pajak menjadi sebuah peluang adalah impian semua instansi, tetapi risiko menjadi sangat tidak sederhana, karena memiliki kecenderungan ketidakpastian yang tinggi.

Oleh karena itu, perlunya manajemen risiko untuk membantu organisasi dalam meredam dampak risiko pajak yang mungkin terjadi pada pencapaian tujuan organisasi. Dan disadari atau tidak, ternyata hanya risiko yang terindentifikasi yang dapat dikelola. Risiko yang tidak terindentifikasi karena sifatnya yang datang tiba-tiba,akan sulit dikelola. Karena itu, diperlukan sebuah identifikasi risiko, untuk meminimalkan dampak yang bisa diterima perusahaan.

Dan salah satu risiko yang bisa diidentifikasikan adalah risiko perpajakan. Agar terhindar dari risiko-risiko perpajakan yang melekat dalam setiap transaksi bisnis, Wajib Pajak (WP) membutuhkan kemampuan mengidentifikasi berbagai risiko perpajakan yang relevan dalam suatu bisnis. Selain itu juga diperlukan kemampuan teknik untuk mengukur risiko perpajakan tersebut, serta mengintegrasikannya dalam sistem manajemen risiko organisasi.

Indonesia Infinity menggelar Workshop Manajemen Risiko Perpajakan Perusahaan dengan tujuan meredam dampak risiko pajak. Workshop  dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro, Bandung, 19 Februari lalu. Pembicara dalam acara ini adalah Nur Hidayat, Konsultan Pajak Brevet C, dan Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Menurut Nur, seluruh isi perusahaan rentan terhadap risiko khususnya risiko perpajakan ini. Risiko ini juga bisa dialami setiap waktu, juga bisa membuat nama baik perusahaan terdampak. ”Nama baik perusahaan sulit dibangun, tapi sangat gampang dihancukan,” kata Nur.

Jadi untuk bisa menghidari dampak dari dampak risiko perpajakan, diperlukan manajemen risiko perpajakan yang tepat. Manajemen risiko mempunyai tujuan tunggal yaitu menekan risiko yang meliputi aneka manfaat.
Seperti memberikan informasi dan perspektif kepada manajemen tentang semua profil risiko. Juga perubahan mendasar mengenai produk dan pasar, serta lingkungan bisnis dan perubahan yang diperlukan dalam proses manajemen risiko.

Salah satu potensi risiko sektor perpajakan adalah pada sengketa pajak. Sengketa pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara wajib pajak atau penanggung pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada Pengadilan Pajak.

Selain itu, ada risiko reputasi yang antara lain disebabkan publikasi atau persepsi negatif terkait dengan aktivitas bisnis. Risiko tersebut tidak terkait langsung dengan kerugian finansial. Tetapi, lebih sulit diselesaikan dan makan waktu lama.

Agar semua risiko terkait perpajakan itu bisa dihindari, maka diperlukan pegukuran dampak risiko, juga usaha untuk meminimalisir dampak dari risiko yang dihadapi. Perusahan juga bisa melakukan pemindahan risiko perpajakan, bila memang dirasa terlalu memberatkan untuk menghadapi langsung urusan penanganan risiko ini. “Bisa memberikan tugas ini ke konsultan pajak,” kata Nur, yang juga berprofesi sebagai kuasa hukum dalam persengkataan perpajakan di pengadilan perpajakan. IA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *