Menyingkap Teknik-teknik Memanipulasi Laporan Keuangan

Kita dikejutkan oleh mega skandal akuntansi yang dilakukan oleh manajemen Toshiba senilai USD 1,2 miliar yang terungkap di pertengahan tahun 2015. Kasus Ini bukanlah mega skandal akuntansi yang pertama sekali terungkap. Sebelumnya ada kasus Enron, WorlCom, Xerox dan banyak lagi. Maka pengawas korporasi maupun internal auditor harus mampu menyingkap teknik-teknik memanipulasi laporan keuangan.

Regulator negara-negara maju sepertinya selalu dikejutkan dengan terungkapnya skandal-skandal tersebut dan terus melakukan pembenahan terkait berbagai hal seperti (1) sistem pelaporan keuangan korporasi, (2) revisi terhadap konsep-konsep pengawasan, dan (3) melakukan optimasilasi lembaga-lembaga pengawas. Namun upaya tersebut terkesan sepertinya belum membuahkan hasil dengan munculnya skandal-skandal akuntansi baru dengan skema yang baru pula. Skandal-skandal yang terungkap sepertinya hanyalah puncak gunung es yang kelihatan dari praktek akuntansi yang selama ini terjadi.

Bagaimanakah skandal akuntansi dilakukan? Dan bagaiamana auditor internal atau organ pengawas korporasi dapat mendeteksinya? Jika diperhatikan, teknik-teknik manipulasi laporan keuangan banyak menggunakan celah-celah yang ada pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan keterbatasan audit yang dilakukan auditor eksternal (KAP).

Evaluasi dan pembelajaran terhadap teknik-teknik manipulasi laporan keuangan tentunya suatu hal yang menarik untuk dilakukan baik untuk mempertajam kemampuan review pihak manajemen, organ pengawas korporasi maupun internal auditor. IA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *