Menjadi Terbaik Lewat KPKU

Agar menjadi terbaik lewat KPKU, perusahaan harus memahami dan mengenal Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) ataupun Baldrige Criteria for Performance Excellence (Baldrige) secara utuh bukan hanya kulit luarnya saja.

Proses kerja di sebuah perusahaan perlu dikontrol. Salah satunya lewat Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) yang bisa memberikan informasi terkait semua hal, sehingga bisa keputusan yang diambil pun tepat sasaran. Banyak perusahaan atau pimpinan perusahaan di Indonesia terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mengenal Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) ataupun Baldrige Criteria for Performance Excellence (Baldrige). Namun belum banyak dari mereka yang menjalankan pendekatan sistematis dalam implementasi KPKU/Baldrige. Masih banyak diantara mereka yang menggunakan KPKU hanya untuk Assessment/Evaluasi Kinerja Perusahaan.

Menurut Agus Tato, yang merupakan anggota Tim Penyusun Kritetria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN dan konsultan KPKU maupun Malcolm Baldrige for Performance Excellence, kecenderungan seperti ini membuat manfaat yang didapat dari implementasi KPKU sangat minim,  yaitu sekedar mengetahui berapa skor KPKU perusahaannya dan mungkin tambahannya adalah mendapatkan umpan balik hasil Assessment/Evaluasi KPKU tersebut.

Umpan balik tersebut, jika tidak ditindak lanjuti dengan tindakan perbaikan yang tepat, maka juga tidak akan membawa dampak nyata pada peningkatan kinerja perusahaan. Hingga saat ini hanya terdapat sejumlah kecil BUMN yang sudah mampu menindaklanjuti hasil assessment dengan baik.

Masih banyak juga senior leaders BUMN yang menyikapi KPKU hanyalah salah satu kewajiban yang harus ditunaikan perusahaan dalam bentuk membuat laporan implementasi KPKU dan kemudian dilakukan evaluasi KPKU oleh tim evaluator KPKU.

Akibatnya, mereka merasa mendapatkan tambahan beban pekerjaan administrative yang kurang bernilai tambah buat perusahaan. Tetapi di akhir tahun, mereka tetap tertarik ingin mendapatkan skor KPKU yang meningkat.

Padahal, masih menurut Agus, dalam KPKU, akan selalu dilakukan pendetailan terhadap parameter penilaian kinerja proses. Hal ini antara lain dimaksudkan agar perusahaan dapat menangkap pesan yang komprehensif tentang karakteristik kematangan suatu sistem di perusahaan. “Sehingga diharapkan perusahaan dapat mendesain dan mengimplementasikan sistem-sistem yang diperlukan dengan tingkat kematangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dengan metode seperti ini juga diharapkan manajemen bisa mengontrol proses kerja perusahaannya, ssehingga berdampak nyata pada pencapaian hasil-hasil bisnis yang jauh lebih baik dari pesaing-pesaingnya. “KPKU pada dasarnya adalah sejumlah pertanyaan tentang aspek-aspek fundamental pengelolaan organisasi/perusahaan dalam konteks pencapaian kinerja unggul,” ujarnya.

Masalah pentingnya manajemen memperhatikan sistem penilaian kinerja melalui KPKU ini disampaikan Agus Tato dalam Workshop Implementasi Sistem Kinerja BUMN berbasis KPKU yang digelar Indonesia Infinity di Hotel Grand Tjokro, Cihampelas Bandung tanggal 27 Mei lalu.

Agus menambahkan, KPKU pada dasarnya adalah sejumlah pertanyaan tentang aspek-aspek fundamental pengelolaan organisasi/perusahaan dalam konteks pencapaian kinerja unggul. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dikelompokkan kedalam 7 kategori dan Profil Organisasi. Yaitu Kepemimpinan; Perencanaan Strategis; Fokus Pada Pelanggan; Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan; Fokus pada Tenaga Kerja; Fokus pada Operasi, dan ketujuh adalah Hasil-hasil.

Untuk mendapatkan benefit yang optimal dari implementasi KPKU, maka sangatlah penting bagi pimpinan perusahaan untuk mengetahui esensi KPKU dan langkah-langkah sistematis yang efektif dalam implementasi KPKU di perusahaan, sehingga perusahaan mendapatkan manfaat yang optimal dari implementasi tersebut yang dibuktikan antara lain dengan: sustainable performance growth, peningkatan daya saing perusahaan, tingkat kesehatan perusahaan pada sangat sehat, peningkatan profitabilitas perusahaan, peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan engagement dan kepuasan karyawan dan tenaga kerja, pembelajaran organisasi dan individu yang terus menerus, pertumbuhan inovasi, dan sebagainya. IAWS Implementasi sistem kinerja BUMN KPKU - 27 Mei (3) WS Implementasi sistem kinerja BUMN KPKU - 27 Mei (5) WS Implementasi sistem kinerja BUMN KPKU - 27 Mei (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *