Mengasah Daya Saing Diri

Dalam dunia yang penuh persaingan, setiap individu dituntut untuk bisa memiliki nilai tambah yang membedakan kualitas dirinya dengan orang lain. Terus mengasah daya saing diri, bisa berarti orang itu akan lebih mudah memasuki ke jenjang tertentu yang dampaknya juga akan positif bagi kualitas kehidupannya.

Nilai tambah dari setiap orang bisa berarti keunggulan yang dimiliki satu individu. Biasanya seseorang sudah sejak awal memiliki dua jenis keunggulan, yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Keunggulan komparatif adalah nilai yang dimiliki di dalam diri sendiri, yang tidak dimiliki orang lain. Sementara keunggulan kompetitif merupakan nilai lebih yang dimiliki dengan jalan mengasah potensi yang sudah dimiliki.

Kualitas diri dalam segala aspeknya, memang bisa ditingkatkan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki. Ada beberapa langkah untuk bisa mengasah semua potensi keunggulan itu. Dan ini bisa dimulai dengan cara membaca.

Karena dengan aktivitas ini, maka pikiran akan mendapatkan input yang akurat, dan informasi yang maha luas. Dengan membaca, seseorang bisa belajar sesuatu, mendapatkan pengalaman baru, meski ia belum pernah mengalaminya sendiri.

Kejadian atau peristiwa yang menyenangkan atau menyedihkan, yang bisa diambil pelajarannya dapat meningkatkan pengetahuan setiap orang yang membaca, sehingga bisa mempengaruhi sikap dan tindakannya, ketika menghadapi sesuatu peristiwa. Di sinilah daya saing bisa didapatkan.

Selain membaca, mengasah daya saing juga bisa dilakukan dengan mendengar. Bertanya dan mendapat jawaban dari orang-orang pintar, juga berpengalaman, pastinya akan menambah wawasan kita. Mendengar akan melatih kesabaran, ketelitian dan konsentrasi.

Efeknya, jika antusias mendengarkan uraian seseorang, maka orang tersebut akan lebih respek ke kita, di samping banyak ilmu yang ditularkan.

Setelah membaca, kemudian mendengar, maka sudah sepantasnya peningkatan daya saing diri diuji dalam kemampuan menulis. Di sinilah, daya serap ilmu dan informasi dari kegiatan sebelumnya dibuktikan. Menulis, bagaimana pun akan melatih penerapan pola pikir yang kritis dan kaya akan pengetahuan.

Nah, setelah mendapat pengalaman dari membaca mendengar, dan mengungkapkannya dalam tulisan, maka sudah waktunya untuk mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari. Ini perlu dilakukan, karena tanpa mencoba melakukan hal-hal yang sudah kita serap, maka ilmu yang sudah kita dapatkan bisa-bisa tak ada maknanya. Tak berfungsi karna miskin praktik. Ilmu akan terbuang dan mubazir.

Langkah yang tak kalah penting adalah mengevaluasi, apa yang sudah dilakukan, berdasar ilmu yang sudah didapat. Evaluasi, akan menjadi sebuah koreksi diri, dan pembenahan atas kesalahan langkah yang sudah dilakukan.

Dari sinilah akan terbentuk mental yang tak pernah menyerah untuk meraih kesuksesan. Karena kesuksesan memang tidak bisa dicapai hanya sekali jalan, butuh evaluasi, peninjauan ulang dari semua apa yang sudah didapat dan lakukan.

Baca juga : Manajemen Organisasi Melalui Audit Internal

Editor : ElandFoto : freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *