Cegah Kerugian Program PKBL dengan Pencatatan yang Kredibel

Cegah kerugian program PKBL dengan pencatatan yang kredibel merupakan wujud pertanggungjawaban pengelola program. Tetapi sayangnya, belum semua perusahaan termasuk BUMN melakukannya.

Itu sebabnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasukkan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) ke dalam pembukuan BUMN agar meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Bahkan, BPK juga menginginkan adanya Peraturan Menteri (Permen) khusus yang mengatur pencatatan dana PKBL. Sementara itu, terkait temuan indikasi kerugian negara beberapa program dalam PKBL tersebut, BPK sudah menggandeng Bareskrim Polri. “Kita melihat, dana PKBL ini cukup bermasalah, makanya kami minta Bu Menteri untuk membuat permen agar PKBL ini masuk ke dalam pembukuan BUMN sebagai faktor pengurang pajak dan dikelola dengan benar,” ujar Anggota Bidang VII BPK Achsanul Qosasi Mei lalu.

Achsanul menambahkan, masalah PKBL yang utama adalah pengelolaan dana yang tak memenuhi azas pengelolaan keuangan negara, terutama perencanaan anggaran, sehingga menyebabkan indikasi dan potensi kerugian. Bahkan dana PKBL ini tak terserap secara maksimal.

Penemuan BPK menunjukkan bahwa dana PKBL tahun 2014 sebesar Rp 1,43 triliun masih bersisa sebanyak Rp 193,44 miliar dari total 23 program PKBL yang diaudit oleh BPK. Kendati demikian, BPK kemungkinan masih bisa menyelamatkan dana PKBL sebesar Rp 14,22 miliar.

Tertib dalam laporan keuangan PKBL, selama ini sebenarnya sudah dilakukan banyak BUMN. Bahkan pelatihan untuk membuat pencatatan yang baik terkait akuntansi program ini juga banyak dilakukan. Seperti yang digelar Indonesia Infinity pada 27 Mei lalu di Hotel Grand Tjokro, Cihampelas Bandung.

Salah satu pembicara dalam workshop itu, Agung Nugroho, trainer menyebutkan, dengan adanya pelatihan seperti ini maka kesadaran penganggung jawab atau manajemen PKBL tentang pokok‐pokok dan konsekuensi dari peraturan terbaru di bidang PKB akan bisa ditingkatkan. Dan juga untuk mewujudkan tertib administrasi PKBL agar dapat menghasilkan informasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Selain itu diharapkan bisa meningkatkan kapabilitas officer PKBL yang bertanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan PKBL tentang siklus akuntansi PKBL,” kata Agung.

Cegah kerugian program PKBL dengan pencatatan yang kredibel, menurut Agung adalah keharusan. Manajemen Unit PKBL bisa memilih dan menerapkan kebijakan akutanasi agar laporan keuangan memenuhi ketentuan dalam PSAK dan peraturan perundangan yang terkait dengan PKBL.

Namun, jika belum diatur dalam PSAK, maka manajemen unit PKBL harus menetapkan kebijakan secara khusus. “Ini untuk memastikan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi yang relevan terhadap kebutuhan para pengguna laporan untuk pengambilan keputusan, dan dapat diandalkan,” ujarnya.

Sementara apabila belum terdapat pengaturan dalam PSAK, maka manajemen unit PKBL menggunakan pertimbangannya untuk menetapkan kebijakan akuntansi yang memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dengan memperhatikan beberapa hal. Seperti persyaratan dan pedoman PSAK yang mengatur hal‐hal yang mirip dengan masalah definisi, kriteria pengakuan, dan pengukuran aktiva dan sebagainya.

Selain itu, kebijakan akuntansi harus sesuai dengan prinsip‐prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sedangkan tujuan khusus Laporan Keuangan Unit PKBL adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi pengguna Laporan Keuangan. Dimana salah satunya adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya unit PKBL selama suatu periode dan hubungan antara keduanya.

Tujuan khusus adanya akuntansi PKBL adalah untuk mengetahui sumber daya ekonomis yang dimiliki Unit PKBL, kewajiban dan aktiva bersih Unit PKBL. Disamping juga untuk bisa memberikan informasi penting lainnya yang dapat dipercaya yang mungkin mempengaruhi kondisi unit PKBL. IAWS Penyusunan Laporan Akuntansi PKBL IAI - 27 Mei (1) WS Penyusunan Laporan Akuntansi PKBL IAI - 27 Mei (5) WS Penyusunan Laporan Akuntansi PKBL IAI - 27 Mei (4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *