Author: infinityadmin

 

Langkah Pertama Saat Memutuskan Berbisnis

Ketika Anda ingin memulai sebuah usaha, pastikan langkah pertama saat memutuskan berbisnis adalah mempersiapkan semua hal secara matang. Meski banyak orang bilang, berbisnis itu seperti mengundi nasib, berjudi. Modal yang akan kita lepas untuk usaha, akan dipertaruhkan. Hasilnya usaha Anda bisa sukses, atau bisa gagal, hingga duit Anda pun melayang.

Anggapan seperti itu, tidak semua benar, dan tidak semua salah. Bisnis yang tidak disiapkan dengan baik, tentu bisa menuai celaka. Dalam kasus ini, seorang yang memulai bisnis tanpa dasar yang baik, hanya mengharapkan kemungkinan, maka dia sedang mengundi hidupnya.

Namun, bisnis juga berarti sebuah strategi, yang disiapkan melalui perhitungan-perhitungan pelik, namun masuk akal. Sehingga jalan kesuksesan, sebenarnya bisa dicapai, bila semua perhitungan itu bisa dilakukan. Di sinilah bedanya bisnis dengan berjudi, yang hanya menggantungkan pada keberuntungan.

Pengolahan data dan analisis, bagi seseorang yang ingin memulai bisnis, adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan, seharusnya. Apalagi mengembangkan bisnis yang sukses. Dan ketika kesuksesan itu diraih, para investor, vendor, pelanggan dan orang-orang yang bekerja untuk Anda juga akan menikmati keberhasilan itu.

Setelah melakukan langkah pertama saat memutuskan berbisnis, selanjutnya membuat perencanaan. Perencanaan harus dilakukan dengan saksama. Sebagian keputusan bisnis yang akan dibuat kelak di kemudian hari akan jauh lebih efektif bila didasarkan pada model bisnis yang tepat, karena tanpa itu, berat rasanya untuk meraih kesuksesan.

Nah, ketika Anda menganalisis model bisnis Anda saat ini, yang pertama harus dilakukan adalah Anda harus memahami bahwa bisnis ini akan punya kemungkinan gagal. Karenanya singkirkan segala sikap yang terlalu optimis, apalagi yang sangat berlebihan.

Misalnya, produk Anda lebih baik dengan pesaing, atau lebih murah. Sehingga Anda yakin akan mudah bersaing dengan pengusaha sejenis. Memang ini intuisi yang baik, namun, itu tidak akan efektif bila Anda belum bicara dengan 200 orang di daerah itu, dan 80% di antara mereka akan menyambut baik produk yang akan Anda jajakan.

Dengan kata lain, intuisi bisnis Anda akan menjadi sebuah asumsi yang valid bila Anda sudah melakukan riset yang mendalam terkait potensi produk yang akan ditawarkan. Jadi kunci utamanya adalah selalu bersikap obyektif.

Anda harus mengakui betapa sulitnya menciptakan dan memiliki usaha yang sukses. Banyak bisnis yang bangkrut dalam periode setahun atau dua tahun pertamanya. Bisa saja ada investor yang masuk, namun, keberhasilan investasi itu juga akan tergantung dari besarnya ide yang Anda miliki.

Karenanya, selalu konsultasikan hal-hal yang akan menghambat usaha Anda. Banyak pendapat, tentu akan lebih baik dari hanya satu wacana yang berasal dari satu sumber. Bagaimana pun, Anda perlu melakukan evaluasi terhadap bisnia yang akan atau yang baru Anda mulai.

Carilah orang-orang yang mau memberikan pendapat, yang mau mengatakan apa yang mereka pikirkan, bukan yang ingin mengatakan apa yang ingin Anda dengar.

Baca juga : Mengasah Daya Saing Diri

Dan yang tak hanya kalah penting, dan ini yang membedakan dengan aksi judi, adalah pemakaian data statistik. Karena dengan data yang valid, Anda akan menghindari aksi menebak, yang tidak berdasar. Bisnis memang perlu detail, karena itu kunci.

Dan ketika Anda melakukan evaluasi, tetaplah bersikap  pragmatis, serta teguh dalam pendirian. Hindari menipu diri sendiri dalam proyeksi bisnis yang serba indah. Bahkan sebuah bisnis yang terlihat tahan banting, harus dikupas mendalam, untuk melihat kelemahannya.

Contohlah pebalap Formula 1. Ia serius memacu kendaraannya, dengan kecepatan kencang. Namun ia juga harus terus waspada. Ia menggunakan matanya untuk melihat track, ia juga mendengar instruksi dari timnya untuk menakar kekuatan lawan. Bila ia meremehkan satu aspek, satu kesalahan kecil akan terjadi. Dan tentu akibatnya fatal.

Jadi apa langkah pertama saat memutuskan berbisnis?

Editor : Erland
Foto : freepik

Mengasah Daya Saing Diri

Dalam dunia yang penuh persaingan, setiap individu dituntut untuk bisa memiliki nilai tambah yang membedakan kualitas dirinya dengan orang lain. Terus mengasah daya saing diri, bisa berarti orang itu akan lebih mudah memasuki ke jenjang tertentu yang dampaknya juga akan positif bagi kualitas kehidupannya.

Nilai tambah dari setiap orang bisa berarti keunggulan yang dimiliki satu individu. Biasanya seseorang sudah sejak awal memiliki dua jenis keunggulan, yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Keunggulan komparatif adalah nilai yang dimiliki di dalam diri sendiri, yang tidak dimiliki orang lain. Sementara keunggulan kompetitif merupakan nilai lebih yang dimiliki dengan jalan mengasah potensi yang sudah dimiliki.

Kualitas diri dalam segala aspeknya, memang bisa ditingkatkan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki. Ada beberapa langkah untuk bisa mengasah semua potensi keunggulan itu. Dan ini bisa dimulai dengan cara membaca.

Karena dengan aktivitas ini, maka pikiran akan mendapatkan input yang akurat, dan informasi yang maha luas. Dengan membaca, seseorang bisa belajar sesuatu, mendapatkan pengalaman baru, meski ia belum pernah mengalaminya sendiri.

Kejadian atau peristiwa yang menyenangkan atau menyedihkan, yang bisa diambil pelajarannya dapat meningkatkan pengetahuan setiap orang yang membaca, sehingga bisa mempengaruhi sikap dan tindakannya, ketika menghadapi sesuatu peristiwa. Di sinilah daya saing bisa didapatkan.

Selain membaca, mengasah daya saing juga bisa dilakukan dengan mendengar. Bertanya dan mendapat jawaban dari orang-orang pintar, juga berpengalaman, pastinya akan menambah wawasan kita. Mendengar akan melatih kesabaran, ketelitian dan konsentrasi.

Efeknya, jika antusias mendengarkan uraian seseorang, maka orang tersebut akan lebih respek ke kita, di samping banyak ilmu yang ditularkan.

Setelah membaca, kemudian mendengar, maka sudah sepantasnya peningkatan daya saing diri diuji dalam kemampuan menulis. Di sinilah, daya serap ilmu dan informasi dari kegiatan sebelumnya dibuktikan. Menulis, bagaimana pun akan melatih penerapan pola pikir yang kritis dan kaya akan pengetahuan.

Nah, setelah mendapat pengalaman dari membaca mendengar, dan mengungkapkannya dalam tulisan, maka sudah waktunya untuk mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari. Ini perlu dilakukan, karena tanpa mencoba melakukan hal-hal yang sudah kita serap, maka ilmu yang sudah kita dapatkan bisa-bisa tak ada maknanya. Tak berfungsi karna miskin praktik. Ilmu akan terbuang dan mubazir.

Langkah yang tak kalah penting adalah mengevaluasi, apa yang sudah dilakukan, berdasar ilmu yang sudah didapat. Evaluasi, akan menjadi sebuah koreksi diri, dan pembenahan atas kesalahan langkah yang sudah dilakukan.

Dari sinilah akan terbentuk mental yang tak pernah menyerah untuk meraih kesuksesan. Karena kesuksesan memang tidak bisa dicapai hanya sekali jalan, butuh evaluasi, peninjauan ulang dari semua apa yang sudah didapat dan lakukan.

Baca juga : Manajemen Organisasi Melalui Audit Internal

Editor : ElandFoto : freepik.com

Manajemen Organisasi Melalui Audit Internal

Manajemen organisasi melalui audit internal sangat penting, seiring perkembangan bisnis, terutama dengan adanya tuntutan terhadap pengelolaan perusahaan dan pengendalian risiko yang sehat sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Dengan semakin berkembangnya perusahaan, rentang kendali (span of control) antara Direksi dan Manajemen Senior dengan para pelaksana operasional semakin lebar dan kompleks.

Oleh karena itu internal audit diharapkan dapat membantu Direksi dan Manajemen Senior dalam memastikan keyakinan yang wajar bahwa kegiatan operasional telah berjalan secara efisien, efektif, dan ekonomis, serta bernilai tambah.

Agar penjabaran operasional dan visi, misi, kewenangan, independensi, dan ruang lingkup pekerjaan internal audit perusahaan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, maka ditetapkan Pedoman Kerja Internal Audit.

Pemeriksaan internal yang dilakukan oleh auditor di dalam perusahaan meliputi pemeriksaan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. Juga melakukan pemeriksaan yang fungsinya adalah sebagai staf pembantu manajemen.

Selain itu, internal audit juga bisa menilai dan membahas prosedur dan keuangan serta pembukuan. Di sisi lain, pemeriksa harus independen terhadap bendahara dan kepala pembukuan di mana aktivitas perusahaan dilakukan terus menerus.

Sedangkan tujuan diadakannya internal auditing ini di antaranya membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan apakah sudah sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.

Melalui internal audit, maka kekayaan perusahaan atau organisasi bisa dinilai, apakah bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala risiko kerugian, serta meyakinkan terkait tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.

Beberapa peran yang dapat dibawakan oleh auditor internal salah satunya adalah sebagai pemecah masalah. Karena temuan audit pada hakikatnya adalah masalah. Karenanya auditor internal harus mampu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) yang rasional.

Jika tidak, temuan yang ada dari pelaksanaan audit bisa menjurus pada timbulnya konflik bila seorang auditor kurang mampu menyelesaikannya dengan audit.

Karenanya, auditor harus mengembangkan hubungan antar manusia yang baik. Dalam hal ini, peran kepribadian auditor menjadi sangat menentukan.

Baca juga : WORKSHOP FRAUD AUDITING DAN AKUNTANSI FORENSIK

Editor : Erland
Foto : Berbagai Sumber

Akuntansi sebagai Dasar Pengambilan Keputusan

Pencatatan keuangan, atau yang disebut sebagai akuntansi selalu dipakai dalam kegiatan bisnis di seluruh dunia. Akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan. Karena itu, akuntansi bisa disebut sebagai sebuah bahasa bisnis,  karena dengan laporan akuntansi, seorang bisa menentukan seperti apa keadaan sebuah perusahaan.

Jadi akuntansi memiliki peran begitu penting dalam bisnis. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi begitu diperlukan baik oleh pihak internal perusahaan, maupun dari luar perusahaan. Dari internal, laporan keuangan dari hasil kerja para akuntan akan digunakan manajer untuk untuk penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.

Sementara, pihak investor memerlukan data akuntansi untuk menganalisis perkembangan organisasi di mana ia ingin menanamkan modalnya. Dalam hal ini, investor harus melakukan analisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk disuntik dana dari investor.

Laporan keuangan juga menjadi perhatian lembaga atau instansi pemerintah di negara  di mana perusahaan itu didirikan. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.

Baca juga : WORKSHOP ASPEK LEGAL DAN AKUNTANSI MERGER, AKUISISI, SPIN-OFF

Selain itu, pelaporan akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak kreditur, untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah yang dipilih kreditur adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.

Dalam proses pengumpulan data keuangan itu, proses akuntansi akan melewati berbagai fase. Dari identifikasi, penilaian kebutuhan, membuat rancangan sistem informasinya, pencatatan data ekonomi hingga persiapan pembuatan laporan keuangannya.

Secara awam, akuntansi didefinisikan sebagai suatu pekerjaan yang menghasilkan informasi keuangan. Namun, karena kedalaman proses akuntansi, yang memerlukan ketelitian, dan strategi maka akuntansi juga sering disebut sebagai seni pencatatan keuangan.

American Institute of Certified Public Accountant (AICPA) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu seni meskipun diakui adanya beberapa aspek dalam akuntansi sebagai bidang ilmu pasti. Menurut definisi AICPA tersebut, letak seni pada akuntansi terdapat pada kata “creative skill and ability“.

Ini bisa berarti, akuntan dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan sering menggunakan pengetahuan, kemampuan, dan pengalamannya dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Namun, sebagai sebuah metode, produk akuntansi adalah informasi keuangan yang menjembatani kepentingan pihak pemakai laporan keuangan dengan aktivitas suatu unit usaha. Keindahan sebagai hasil produk seni sama sekali tidak terdapat dalam akuntansi.

Laporan keuangan yang disajikan secara rapi bukanlah suatu seni, akan tetapi agar pemakai laporan tersebut lebih mudah untuk membaca dan memahami. Akuntansi tidak menitikberatkan keindahan, tetapi yang lebih penting adalah kelayakan dan keandalan informasi keuangan yang dihasilkannya.

Editor : Eland
Foto : Berbagai Sumber

Strategi Bijak Bayar Pajak

Akuntansi pajak jadi strategi bijak bayar pajak. Ketika Indonesia mulai memperkenalkan pendekatan perpajakan modern self assessment system sekitar awal dekade 1980-an, cara penarikan pajak bagi wwarga negara pun berubah. Dengan sistem ini, wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung sendiri (self assess) jumlah pajak terutang, memperhitungkan pajak telah dibayar, melunasi kekurangan pajak, dan melaporkannya ke Dirjen Pajak.

Akuntansi perpajakan mulai menjadi bagian penting dari kegiatan pajak di Indonesia. Karena akuntansi pajak menjadi sangat dibutuhkan untuk dapat melaksanakan kewajiban pajak berdasarkan self assessment, di mana dalam sistem baru ini aparat pajak semakin dibatasi dalam menetapkan jumlah pajak, dan mendorong wajib pajak menghitung sendiri pajaknya dengan akuntansi pajak. Strategi bijak bayar pajak. Dengan akuntansi pajak, penghitungan pajak lebih menekankan asas keadilan, sehingga aparat pajak tidak lagi dominan dan wajib pajak dapat menentukan sendiri jumlah pajak terhitungnya sesuai dengan ketentuan dan asas kepastian hukum (Undang-Undang perpajakan).

Di sisi lain, akuntansi pajak, merupakan bagian dalam akuntansi yang timbul dari unsur spesialisasi yang menuntut keahlian dalam bidang tertentu. Akuntansi pajak tercipta karena adanya suatu prinsip dasar yang diatur dalam undang-undang  perpajakan dan pembentukannya terpengaruh oleh fungsi perpajakan dalam mengimplementasikan sebagai kebijakan pemerintah. Dari sisi perusahaan, akuntansi pajak punya peran dalam merencanakan strategi perpajakan bagi perusahaan.

Tentu saja ini adalah kerangka strategi yang positif, bukan untuk mencurangi. Selain itu, melalui akuntansi perpajakan perusahaan juga bisa menganalisis serta memprediksi potensi pajak yang akan ditanggung perusahaan di waktu mendatang. Melalui teknik pencatatan keuangan ini, perusahaan dapat juga mengimplementasikan perlakuan akuntansi atas peristiwa aktivitas perpajakan serta menyajikan di dalam laporan keuangan fiskal maupun laporan keuangan komersial, hingga mendokumentasikan dan mengarsipkan perpajakan untuk dijadikan bahan pemeriksaan/penilaian kembali dan evaluasi.

Secara garis besar, dengan menyusun akuntansi pajak perusahaan bisa memprediksikan berapa besar pajak yang wajib dibayarkan. Dengan demikian pengambil keputusan mampu mempersiapkannya lebih awal sehingga saat hari H atau saat pembayaran kesulitan dalam mencari dana untuk membayarkan pajak. Dengan kehadiran akuntansi pajak, diharapkan perusahaan mampu menerapkan praktik akuntansi yang baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan, pencatatan atau pengakuan atas pajak, dan dapat menyajikan di dalamnya laporan komersial maupun fiskal pada suatu perusahaan.

Penyusunan akuntansi pajak digunakan sebagai arsip atau dokumentasi yang bisa setiap saat dibuka dan dipelajari. Dengan tujuan membandingkan dengan tahun-tahun berikutnya, apabila ada kemajuan bisa dilanjutkan dan dipertahankan, apabila ada penurunan bisa segera diatasi dan dicarikan solusi yang tepat. Inilah bentuk evaluasi dari akuntansi pajak. Untuk kepentingan bersama, mempelajari bagaimana penerapan akuntansi perpajakan pada laporan keuangan sangat penting. Maka bergabunglah bersama Indonesia Infinity dalam Workshop Penerapan Akuntansi Perpajakan pada Laporan Keuangan di Bandung pada 17 Maret 2017. indonesiainfinity

Social Mapping untuk CSR

Agar tepat sasaran dalam melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR), ada baiknya perusahaan melaksanakan social mapping untuk CSR. Tujuannya, untuk melihat dan mengetahui keadaan masyarakat sekitar sekaligus melakukan need assessment.

Sehingga kebutuhan masyarakat dapat diakomodir dengan tepat. Dengan social mapping (pemetaan community) modal sosial community dapat terlihat. Perusahaan pun dapat mendeteksi potensi program yang mungkin dilakukan dan hambatannya.

Dalam melakukan social mapping, dibutuhkan Parcipatory Rural Appraisal (PRA). PRA adalah tools evaluasi yang dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan komponen-komponen yang ada di masyarakat.

Tools ini membantu masyarakat menggali informasi, identifikasi masalah, analisis sosial-ekonomi, dan generalisasi berkaitan dengan perencanaan pembangunan, pelaksanaan serta evaluasi dari rencana pembangunan tersebut.

Ingin tahu seperti apa detail dari social mapping? Praktisi Psikologi dan Komunikasi Sosial Nurus Sa’adah akan memaparkannya untuk Anda dalam Workshop Social Mapping untuk CSR yang diselenggarakan oleh Indonesia Infinity pada 17 Maret 2017 di Bandung.

Dengan mengikuti workshop ini, perusahaan Anda dapat lebih efektif dan efisien melaksanakan kegiatan CSR. Silakan menghubungi kontak person Kami untuk mengikuti pelatihan ini.

Workshop Implementasi Sistem Kinerja BUMN berbasis KPKU

Sistematis kinerja BUMN berbasis KPKU dibutuhkan perusahaan yang ingin memenangkan persaingan. Untuk itulah Indonesia Infinity akan menggelar Workshop Implementasi Sistem Kinerja BUMN berbasis KPKU.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) saat ini telah mengembangkan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) sebagai panduan untuk membangun, menata, dan memberdayakan sistem dan sumber daya BUMN untuk mencapai kinerja unggul. Kriteria ini diadopsi dan diadaptasi dari Kriteria Keunggulan Kinerja Malcolm Baldrige (K3MB) atau Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE).

KPKU merupakan landasan dan referensi dalam pengelolaan BUMN menuju pencapaian kinerja unggul. KPKU juga dapat dijadikan sebagai alat untuk pelaksanaan self-assessment BUMN dan pemberian umpan balik kepada masing-masing BUMN.

Dengan adanya KPKU sebagai pedoman dan alat ukur, maka BUMN diharapkan dapat merancang keunggulan kinerja organisasi, melakukan diagnosa sistem manajemen kinerja secara keseluruhan, mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan organisasi, serta menilai upaya perbaikan kinerja.

Workshop Implementasi Sistem Kinerja BUMN Berbasis Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU), menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dan salah satu tim perancang KPKU BUMN. Acara akan diadakan di Hotel Grand Tjokro, Cihampelas Bandung tanggal 27 Mei 2016. IA

Workshop Merancang Program PKBL BUMN, CSR, dan Comdev

Workshop Merancang Program PKBL BUMN, CSR, dan Comdev

Tanggung jawab sosial perusahaan sebagai salah satu ukuran kinerja perusahaan tentu harus memiliki dampak yang nyata, sehingga meningkatkan nilai perusahaan secara jangka panjang. Indonesia Infinity menyelenggarakan Workshop Merancang Program PKBL BUMN, CSR, dan Comdev pada 21 Oktober 2016.

Kebanyakan perusahaan, termasuk di dalamnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kurang memperhatikan formulasi kebijakan pengembangan program tanggung jawab sosial seperti Corporate Social Responsibility (CSR), Community Develompent (ComDev) juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Seiring dengan semakin meningkatnya tuntutan akuntabilitas program seperti ini serta signifikannya dampak program tersebut bagi pembangunan masyarakat, maka format program tanggung jawab lingkungan perusahaan perlu dilakukan secara lebih sistematis dan rasional berdasarkan pemahaman teori dan konseptual yang mendalam dan aplikatif.

Jadi, tantangan perusahaan saat ini adalah bagaimana mendesain program ini sebagai bagian dari strategi perusahaan yang memiliki dampak ke arah internal dan eksternal. Hal yang sama juga, di BUMN, proses pendesainan program seperti ini secara sporadis, asal jadi, tak melibatkan stakeholder dan berorientasi promosi sesaat sudah saatnya ditinggalkan.

Agar para pengelola program-program CSR, ComDev, dan PKBL di BUMN memiliki pemahaman memadai secara teori dan konseptual sebagai bekal dalam rangka membangun program PKB, Infinity Indonesia menggelar Workhop Merancang Program PKBL BUMN, CSR, dan Community Development sesuai PER-09/MBU/07/2015 dan ISO 26000 tahun 2010.

Melalui materi Workshop Merancang Program PKBL BUMN, CSR, dan Comdev, peserta dilatih untuk memahami kunci-kunci penting dalam mengelola program tanggung jawab lingkungan perusahaan, “problem solving” dan memastikan efektivitas program yang bisa berdampak bagi pemangku kepentingan/stakeholder. Selain itu juga untuk meningkatkan skill peserta dalam merancang, mengeksekusi dan mengevaluasi program-program ini. IA

Workshop Fraud Auditing dan Akuntansi Forensik

Untuk membantu auditor internal membongkar kecurangan keuangan, Indonesia Infinity menggelar Workshop Fraud Auditing dan Akuntansi Forensik.

Fraud Auditing adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk membongkar kecurangan keuangan. Akuntansi forensik bertujuan untuk menghitung nilai kerugian dan mengumpulkan bukti-bukti untuk penyelesaian hukum baik di pengadilan maupun luar pengadilan. Kemampuan, teknik dan pengetahuan ini sangat dibutuhkan oleh auditor internal.

Dalam workshop kali ini, peserta akan diajarkan Bagaimana Konsep Fraud Triangle dalam identifikasi Fraud serta mengidentifikasi risiko fraud, bagaimana memahami jenis-jenis fraud dan modus operandi.

Selain itu, peserta juga akan diajarkan seperti apa pelaksanaan prosedur dan teknik-teknik audit di pekerjaan lapangan, bagaimana menyusun kertas kerja pemeriksanaan serta menganalisa temuan dan terakhir hingga menyusun laporan audit dan rencana. Workshop Fraud Auditing dan Akuntansi Forensik akan berlangsung pada Jumat, 26 Agustus 2016 di Grand Tjokro Hotel, Bandung.

Workshop Perencanaan Pajak melalui Efisiensi PPN, PPh 21, Withholding Taxes, dan PPh Badan

Pembiayaan pajak bagi perusahaan menjadi bagian terpenting yang harus direncanakan. Perencanaan pajak (tax planning) dan manajemen pajak adalah bentuk dari keniscayaan bagi perusahaan yang membutuhkan adanya efisiensi pembayaran pajak.

Untuk itu, Indonesia Infinity akan menyelenggarakan Workshop Perencanaan Pajak melalui Efisiensi PPN, PPh 21, Withholding Taxes, dan PPh Badan. Di Indonesia, perencanaan pajak diperkenankan dan pengelolaannya harus sesuai dengan undang-undang pajak yang berlaku. Dengan menyusun perencanaan dan management pajak sejak dini dan tertata, maka risiko meningkatnya beban pembayaran pajak dapat diminimalisir. Jadi perencanaan pajak adalah salah satu cara yang dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak dalam melakukan manjemen perpajakan usaha atau penghasilannya, namun perencanan pajak yang dimaksud adalah perencanaan pajak tanpa melakukan pelanggaran konstitusi atau Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Salah satu perencanaan perpajakan yang bisa dilakukan oleh perusahaan sebagai wajib pajak adalah melalukan efisiensi. Strategi efisiensi akan lebih optimal apabila wajib pajak memahami timbulnya perhitungan penghasilan kena pajak. Penghasilan kena pajak merupakan laba yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Karena terjadi perbedaan dalam perhitungan laba akuntansi dan laba kena pajak, perusahaan dapat memilih perlakuan pajak yang tepat, sehingga dapat menghasilkan efisiensi pajak yang besar. Sesuai aturannya, ada beberapa jenis pajak yang bisa dilakukan efisiensi, seperti PPN, PPh 21, dan PPh Badan. Lalu bagaimana melakukan efisiensi perpajakan yang sesuai aturan, dan tidak melanggar? semuanya akan dibahas dalam Workshop Perencanaan Pajak melalui Efisiensi PPN, PPh 21, Withholding Taxes, dan PPh Badan pada 26 Agustus 2016 di Hotel Grand Tjokro Cihampelas, Bandung. IA